Header Ads

7 Macam Tipe Sepatu Formal Pria Yang Harus Kalian Kenali

Sebelum nya kita sudah mengenali sepatu formal pria dan detail nya tetapi belum lengkap rasanya kalau kalian belum mengatahui apa saja sih macam macam tipe dari sepatu formal itu sendiri.

sepatu formal

oke langsung aja gengs kita liat apa saja sih macam macam tipe nya sepatu formal, sebetul nya ada kurang lebih 7 macam jenis dari sepatu formal yaitu :

1. Oxford
2. Derby Shoe
3. Monk Strap
4. Loafer
5. Dress Boot
6. Chelsea Boot
7. Chuka Boot

Untuk lebih jelas nya mari kita intip dan perhatikan penjelasan dari masing masing tipe sepatu diatas.

1. Oxford (BARMORAL in America)
Oxford Shoe adalah sebuah sejarah dari Universitas Oxford, oxfords adalah versi terbaru dari model Oxonians yang populer di universitas pada tahun 1800-an. Ketika gaya setengah-boot Oxonians menjadi usang, para mahasiswa mencari alternatif gaya yang baru dan Oxford Shoe pun lahir.
Oxford menjadi default mode dari pengembangan model Dress Shoe selanjutnya dan menjadi sebuah shoe model yang Timeless. 

REKOMENDASI
PEMAKAIAN HARIAN: 4 of 5
KANTORAN: 4 of 5
LAPANGAN: 1 of 5
EVENT RESMI: 5 of 5

2. DERBY SHOE (GIBSON or BLUCHER in American)

Derby shoe awalnya diperuntukkan untuk kegiatan olahraga dan boot untuk berburu pada medio 1850an, baru pada menjelang abad ke-20 mulai menjadi alas kaki untuk aktifitas perkotaan. Karena kemiripan bentuk modelnya, Derby Shoe sering tertukar sebagai Oxford Shoe, untuk membedakan antara Derby Shoe dan Oxford Shoe ada pada penempatan bagian pola untuk tali sepatunya (facing placement), pada Oxford Shoe facing placement dibuat tertutup disebut dengan istilah “closed lacing” sementara pada Derby Shoe facing placement dibuat terbuka disebut dengan istilah “open lacing”
diatas ini adalah perbedaan sepatu oxford dan derby, dimana terlihat jelas pada gaya sepatu yang cukup berbeda, untuk detail nya kalian bisa perhatikan photo dibawah ini.
REKOMENDASI
PEMAKAIAN HARIAN: 5 of 5
KANTORAN: 4 of 5
LAPANGAN: 2 of 5
EVENT RESMI: 4 of 5

3. MONK STRAP



Disebut Monk Strap karena awalnya alas kaki model ini popular dipakai oleh para biarawan, karena modelnya yang simple (tidak menggunakan tali) dan desainnya yang menutupi kaki, Monk Strap dianggap dapat melindungi bagian kaki ketika dipakai beraktifitas daripada sandal yang biasa para biarawan gunakan.
Ciri khas model Monk Strap sangat jelas, di bagian tali sepatu dihilangkan dan diganti oleh Strap yang memanjang dari sisi satu dengan pilihan pengunci gesper jenis tunggal atau kembar/ganda.

REKOMENDASI
PEMAKAIAN HARIAN: 4 of 5
KANTORAN: 5 of 5
LAPANGAN: 1 of 5
EVENT RESMI: 4 of 5

4. LOAFER 

Versi santai dan tidak rigid dalam kategori Dress Shoe ialah model jenis Loafer, Loafer awalnya ditujukan sebagai sandal rumah yang dibuat untuk Raja George VI dari Inggris, Model Loafer tidak pernah menjadi popular dan hanya dinilai sebagai jenis Casual Shoe sampai kemudian mulai diproduksi di Amerika Serikat pada sekitar 1930-an, Loafer mulai menjadi tren mode ketika pada 1960-an para pengusaha dan pengacara di Amerika mulai memakainya dengan setelan jas. Pada tahun 1966, Brand ternama Gucci memperkenalkan Loafer dengan strap logam yang elegan dan membuat Loafer terangkat popularitasnya sebagai Dress Shoe. 

Ciri khas dari Model Loafer ialah Pola Muka (Upper) yang dibuat dalam satu alur dan ditarik panjang mengikuti tinggi permukaan jari kaki dari pola upper bagian depan (Toe). 

REKOMENDASI
PEMAKAIAN HARIAN: 5 of 5
KANTORAN: 4 of 5
LAPANGAN: 3 of 5
EVENT RESMI: 4 of 5 

5. DRESS BOOT 
Pada era victorian, Boot hanya digunakan untuk aktifitas harian tetapi karena sangat terbatasnya pilihan model sepatu pria di saat itu akhirnya memaksa Dress Boot menjadi sepatu formal yang dipakai pria untuk menghadiri acara-acara resmi seperti acara minum teh atau makan siang formal. Konstruksi modelnya mengacu pada Oxford/Derby Shoe umumnya, hanya bentuknya dibuat lebih tinggi diatas atau sejajar mata kaki.

REKOMENDASI
PEMAKAIAN HARIAN: 2 of 5
KANTORAN: 3 of 5
LAPANGAN: 3 of 5
EVENT RESMI: 4 of 5

6. CHELSEA BOOT 


Chelsea Boot berasal dari era old fashioned victorian england, dan awalnya didesain dan dibuat oleh pembuat sepatu J. Sparkes-Hall untuk Ratu Victoria. keelastisan bentuk model sepatunya 'memungkinkan bagi mereka untuk memakai dan melepas sepatu dengan mudah (slip-on style).

Chelsea Boot menjadi alternatif praktis untuk model2 sepatu Victorian yang kaku pada saat itu dan segera menjadi bagian dari satu set standar perlengkapan kebutuhan olahraga berkuda. sepanjang tahun 1960-an model Chelsea Boot menjadi tren, di mana mereka juga mewakili ikon budaya pop terbaik di masanya yaitu The Beatles.

Sepatu Boot tanpa tali ini memiliki bentuk ankle yang tinggi dan ramping dengan toe yang bulat dan heels pendek, Bagian vamp dan quarter bertemu di dekat pergelangan kaki dan terhubung dengan sebuah karet elastis sepanjang ankle.
Chelsea Boot memiliki tampilan minimalis tanpa ada penambahan Broguing sebagai dekoratif dengan tampilan Upper menggunakan hanya satu material bahan utama, Chelsea Boot dibuat dengan teknik tarikan jahitan yang tidak rumit untuk dapat tetap menjaga kerampingan di bagian ankle agar dapat menunjang elastisitas bentuknya.

Tampilan sederhana dari Chelsea Boot dapat dengan mudah untuk tetap memberikan sentuhan klasik/formal pada pemakaian kasual, atau dengan alternatif pemilihan material berbahan suede untuk pemakaian harian tapi tetap terlihat classy.

REKOMENDASI
PEMAKAIAN HARIAN: 4 of 5
KANTORAN: 3 of 5
LAPANGAN: 4 of 5
EVENT RESMI: 3 of 5

7. CHUKKA BOOT

Asal-usul Chukka Boot ditemukan dari sebuah permainan Polo, nama Chukker atau Chukka mengacu pada istilah umum olahraga Polo untuk sebuah durasi periode permainan, Chukka Boot adalah transformasi sepatu untuk olahraga Polo dalam versi lebih pendek dari sepatu Polo yang umum digunakan pada saat itu. penggunaannya dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan lebih untuk pemain dan agar tetap dapat digunakan pemain selepas pertandingan berakhir.

Chukka Boot adalah sepatu setinggi mata kaki dengan dua atau tiga eyelets untuk tali sepatunya. tidak seperti boots lain pada umumnya, bentuk pola untuk eyelets pada Chukka Boot didesain fit-in sehingga memungkinkan untuk tali sepatu dapat ditarik hingga titik maksimal dari bentuk pergelangan kaki pemakai, Chukka memiliki bentuk toe yang bulat, jahitan yang sederhana dan open lacing (mirip derby shoe).

model Chukka biasanya dibuat dengan suede sebagai material bahan utamanya, namun Chukka pun masih cocok jika ingin dibuat dengan versi bahan utama leather untuk dapat memunculkan kesan yang lebih formal.
Walau sepintas terlihat mirip dengan model desert boots, desert boot ialah versi kasual dari boot chukka dengan model bentuk yang serupa, perbedaannya terletak pada sol yang digunakan-desert boot menggunakan sol karet untuk menampilkan identitasnya sebagai sepatu yang kasual. Chukka adalah alternatif yang mengejutkan untuk para pengguna Dress Shoe dari sisi kenyamanan pengguna.

REKOMENDASI
PEMAKAIAN HARIAN: 5 of 5
KANTORAN: 3 of 5
LAPANGAN: 4 of 5
EVENT RESMI: 3 of 5

7 macam variant sepatu formal diatas bisa kalian jadikan pertimbangan memilih sepatu yang pas bagi kalian untuk pergi keacara acara tertentu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.